POLA MAKAN SEHAT GIZI SEIMBANG

Nama : Leni Yuniarti

NIM : 1022201027

Prodi S1 Gizi Fakultas Kesehatan Universitas M.H. Thamrin 

Tugas Mata Kuliah Komputer Dasar

Dosen : Irwan Abdullah, S.Kom, MM

Secara umum, pengertian gizi seimbang adalah susunan asupan sehari-hari yang jenis dan jumlah zat gizinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pemenuhan asupan gizi ini juga harus memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan mempertahankan berat badan normal guna mencegah masalah gizi.

Gizi seimbang terdiri dari asupan yang cukup secara kuantitas, cukup secara kualitas, dan mengandung berbagai zat gizi yang diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan, pertumbuhan (pada anak-anak), penyimpanan zat gizi, serta untuk melakukan aktivitas dan fungsi kehidupan sehari-hari. 

Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan, di Indonesia sendiri penerapan gizi seimbang memberi perubahan ke arah yang lebih baik, seperti prevalensi stunting yang mengalami penurunan dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 30,2 persen pada tahun 2018. 

Akan tetapi, di sisi lain angka obesitas juga mengalami peningkatan dari 14,8 persen pada tahun 2013 menjadi 21,8 persen pada tahun 2019. Oleh sebab itu, prinsip gizi seimbang sifatnya sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan ini.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ada sepuluh pedoman gizi seimbang yang perlu dipahami, yaitu: 

  1. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok.
  2. Batasi konsumsi panganan manis, asin, dan berlemak.
  3. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan ideal.
  4. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi.
  5. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.
  6. Biasakan sarapan pagi.
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman.
  8. Banyak makan buah dan sayur.
  9. Biasakan membaca label pada kemasan pangan.
  10. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan.

Penerapan gizi seimbang pada pola hidup sehat pada prinsipnya terdapat empat pilar. Pada dasarnya, keempat prinsip ini adalah upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang masuk dan keluar, serta mengontrol berat badan secara teratur.

Adapun empat pilar gizi seimbang, yaitu:
  • Mengonsumsi Aneka Ragam Makanan 
  • Perilaku Hidup Bersih

  • Rutin Beraktivitas Fisik

  • Mempertahankan Berat Badan Normal

Pola hidup sehat tak hanya terbatas pada asupan gizi seimbang. Setiap makanan dan minuman mengandung kalori, yang dipergunakan sebagai energi saat beraktivitas. Karena itu, penting untuk memiliki gaya hidup aktif dan berolahraga secara teratur, agar kalori dapat dibakar dan tidak hanya ditimbun. Saat tubuh tidak aktif dan konsumsi kalori melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh, maka kalori akan disimpan sebagai lemak. Hal inilah yang kemudian dapat membuat berat badan semakin bertambah.

Selain menghindari penambahan berat badan, olahraga dan aktivitas juga dapat menjaga kesehatan, sekaligus menekan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Disarankan untuk bergerak dan berolahraga dengan intensitas sedang sekitar 30 menit per hari. Terapkan pola makan gizi seimbang dengan panduan piring makan, dilengkapi dengan gaya hidup aktif. Konsultasikan dengan dokter gizi jika memiliki pola makan atau kondisi kesehatan khusus, sebelum menerapkannya.

Upayakan untuk mengonsumsi minimal tiga kelompok makanan. Kemudian, konsumsi kelompok makanan yang belum terpenuhi pada waktu makan berikutnya. Jika mengonsumsi makanan yang sudah dicampur, seperti spageti yang dilengkapi baso daging dan sayuran, bukan berarti tidak dapat memenuhi panduan piring makan. Pastikan porsi sayuran dan buah lebih banyak dari protein dan pasta yang disajikan. Batasi juga penggunaan saus yang mengandung lemak dan garam tinggi.

Panduan piring makan untuk memenuhi gizi seimbang dapat diterapkan untuk semua orang, baik yang memiliki berat badan ideal, maupun yang mengalami kelebihan berat badan. Panduan ini juga dapat digunakan oleh orang yang sedang ingin menurunkan berat badan.

Meski demikian, panduan ini mungkin tidak tepat digunakan untuk anak-anak yang berusia di bawah dua tahun, karena kebutuhan nutrisi mereka berbeda. Demikian juga untuk orang yang perlu menjalani pola makan khusus karena memiliki kondisi medis tertentu. Konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum menerapkan pola makan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artikel tentang Pentingnya Asupan Gizi bagi Ibu Hamil

Artikel tentang Asupan Nutrisi bagi Lansia